mengapa kau menangis sayang?
tanyamu di senja itu
apa kau merindu seseorang?
tak dapatkah kau temu galau di mataku
menulis pengakuan
rindu padamu di tiap fajar menyapaku
rindu padamu di tengah terik menyengat poriku
rindu padamu di setiap senja menyapa
rinduku padamu tak pernah tenggelam saat malam suram
aku merindumu sayang...
di setiap desah nafasku
di setiap denyut nadiku
mengalir menyusuri aliran darahku
menyatu dengan jiwa ragaku
masihkah ada tanya mengantarkan lelapmu?
atau,
ada segumpal ragu menyesak kalbumu
kau tahu, airmata kita telah hanyutkan rinduku...
mengikut arus kehidupan, tanpa mampu melawan
By_ iis istrini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar