Kamis, 24 Februari 2011

RINDUKU TERBAWA ARUS AIRMATA KITA

mengapa kau menangis sayang?
tanyamu di senja itu
apa kau merindu seseorang?

tak dapatkah kau temu galau di mataku
menulis pengakuan

rindu padamu di tiap fajar menyapaku
rindu padamu di tengah terik menyengat poriku
rindu padamu di setiap senja menyapa
rinduku padamu tak pernah tenggelam saat malam suram

aku merindumu sayang...
di setiap desah nafasku
di setiap denyut nadiku
mengalir menyusuri aliran darahku
menyatu dengan jiwa ragaku

masihkah ada tanya mengantarkan lelapmu?
atau,
ada segumpal ragu menyesak kalbumu

kau tahu, airmata kita telah hanyutkan rinduku...
mengikut arus kehidupan, tanpa mampu melawan


By_ iis istrini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar