menatapku di tiris gerimis, hatimu terkikis, miris
menatapku diantara embun pagi, seperti sebuah elegi
menatapku di antara pepasir, hatimu getir
kabut malam membawaku serta
meninggalkan jejak luka
di bilik hati, tertinggal sepi
mengapa tercipta luka ini ?
sementara hati tak memungkiri
kau ingin memiliki, meraih
bukan hanya jiwa tapi raga
ku tahu.....
disana, diantara bebukit
anganmu jauh menaut sepiku
iis istrini_ 6 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar